WHAT'S NEW?
Loading...

YACHE TWIGIM ( TEMPURA SAYUR KOREA)



Beberapa hari lalu kita buka puasa di Seoul Palace,  salah satu resto Korea terkenal di Semarang.


Udah sering makan di sana,  dan kalau ke sana mesti aku coba menu yang beda dari yang biasa aku pesan...biar tahu aneka menu Korea di sana.

Nah salah satu menu yang aku pesan kemarin sejenis gorengan tempura sayuran mirip bakwan juga sich,  tapi lebih renyah dan sayurnya unik,  pakai Kentang iris.


Langsung dech liat ke blogger Korea ternyata memang ada menu khas korea jenis ini,  namanya Yache Twigim

Sejenis tempura tapi dari sayuran.  Bahan utama kentang iris,  wortel,  bawang bombay dan daun bawang.  Kalau V) di Seoul Palace di tambah cumi,  enak sekali rasanya.  Gurih ringan... enak di cemal cemil.

Cara membuatnya  mudah, tapi takaran cup ya karena resep asli dari Korea, di konversikan ke gram saja jika tidak punya alat ukur cup ya teman2 :

Bahan  :
1 kentang besar,  iris korek api
1 wortel besar,  iris korek api
1 bawang bombay besar,  iris panjang
2 daun bawang,  iris panjang
100 gram cumi, iris bulat2

Bahan adonan tempura basah :
2 1/2 cup terigu prot rendah
1/2 cup tepung maizena
2 1/2 cup air es / dingin
1 butir telur
1 1/2 sdk teh kaldu jamur
1/4 sdk teh merica

Campur semua bahan adonan,  aduk rata
Lumuri semua sayuran dan cumi dengan tepung terigu tawar
Panaskan minyak
Ambil segenggam sayuran,  usahakan semua sayuran ada sekali ambil
Celup ke adonan basah
Goreng hingga agak kering
Sajikan hangat,  kalau ala Korea dengan saus manis,  klu ala jowo ya nyeplus cabe rawit aja enak 😀😀

Selamat mencoba teman2 ini enak sekali,  sekali goreng di foto itu di habisin Yodha dan Papinya sampai pada kekenyangan buka 😂😂

Membuat Cincau Hijau


Cincau hijau, adalah tanaman ajaib menurutku teman-teman. Karena hanya dari daun saja tanpa di olah, bisa berubah jadi seperti jelly yang kental. Yang kita lakukan hanya meremas-remas gel yang ada di dalam daunnya. Dan langsung bisa di nikmati, tanpa perlu di masak. Langsung bisa kita minum dengan gula merah dan santan atau dengan sirup. Seger, mak legender rasanya...lembut, menyegarkan dan aromanya enak.

Tapi nggak sembarang daun cincau hijau yang enak . Ada dua jenis daun cincau hijau. Yang enak adalah yang bentuk daunnya seperti bentuk hati, seperti foto di bawah ini. Pohonnya termasuk pohon jenis merambat, yang ketika kita tanam harus kita kasih rambatan agar tumbuh subur pohon cincaunya. Daunnya seperti kasar agar  berbulu. Nah ini yang paling enak untuk membuat cincau hijau.

Ada satu lagi daun yang panjang-panjang dan kaku, itu termasuk jenis tanaman cincau perdu, yang tumbuh dengan batang tinggi dan tidak merambat. Cincau jenis ini kurang enak, langu jika di jadikan cincau. Aku nggak suka, dulu punya pohonnya tak tebangi semua. Sekarang aku lagi menanam yang jenis cincau bulu ini, semoga tumbuh subur, karena termasuk langka ini.

Untuk mengeluarkan jelly dari daun cincau juga perlu tehnik khusus, harus di remas-remas dengan tangan kita. Tidak bisa di blender. Dengan di remas-remas, kandungan jelly dalam cincau akan keluar dengan sempurna, hingga tetes terakhir, hihi. Takaran air juga pengaruh ke tekture cincaunya. Cincau yang enak, jangan terlalu kental, dan jangan terlalu cair, harus pas. Kalau terlalu kental, kurang lembut, kalau aku suka yang lembut, jadi nyes rasanya.

Takaran daun dan air yang pas menurutku sekitar 35 - 40 lembar jika daun sebesar di foto aku ini ya teman-teman, airnya sekitar 1000 ml. Itu tekturenya pas lembur dan nggak terlalu kental. Namun meremasnya benar-benar hingga semua jelly dalam cincaunya keluar ya.

Tehniknya, remas-remas dengan sedikit air dulu, jika daun sudah hancur, tambahkan air sedikit demi sedikit. Separo air dulu, saring. Bekar daun yang sudah di saring, tambah air lagi separonya, remas-remas lagi hingga semua kandungan jelly nya keluar, saring dan campur dengan hasil perasan pertama. Selanjutnya tinggal di simpan di wadah tertutup di kulkas, tahan hingga beberapa hari kok teman-teman. Oh ya air yang di pakai air matang ya.

Oke, selamat mencoba ya teman-teman, semoga bermanfaat sedikit tipnya.



Membuat Ketupat Dengan Slow Cooker


Ketupat, salah satu menu yang wajib ada di hari raya Lebaran ya teman-teman. Kalau nggak ada ketupat kok kurang rasanya. Makanya setiap menjelang Lebarang seminggu sebelumnya sudah banyak di jual selongsong ketupat ya.


Suka dech suasana pasar seperti itu. Kalau di Semarang malah dua kali hihi. Seminggu sebelum Lebaran dan seminggu setelah Lebaran, akan ada lagi penjual selongsong ketupat bertebaran di pasar. Karena di Semarang ada tradisi Lebaran lagi setelah seminggu Lebaran nasional, yaitu tradisi Bodo Kupat.

Membuat ketupat sendiri itu sebenernya mudah, tapi kadang memakan waktu lama dan harus sering di cek agar tidak kehabisan air. Nah, aku sich sekarang sudah punya cara mudah untuk membuat ketupat. Aku pakai Slow cooker aja. Slow cooker itu alat memasak yang di design memasak makanan secara perlahan, dalam waktu lama.

Bentuk slow cooker seperti rice cooker, tapi bagian dalamnya terbuat dari keramik, jadi menyerap panas dengan baik, jadi walau di masak suhu rendah dan lama, makanan akan tetap matang sempurna. Nah, kalau untuk membuat ketupat ini, justru pas banget, karena Ketupat di masak perlahan, sehingga hasil ketupat lebih menul-menul enak.

Cara membuat ketupat dengan slow cooker :
Siapkan selongsong ketupat
Cuci beras, tiriskan
Isi selongsong ketupat dengan beras. Aku udah coba beberapa kali membuat ketupat dengan slow cooker, yang paling pas takarannya adalah 1/2 bagian dari selongsong ketupatnya. Hasilnya bisa pulen dan lembut ketupatnya
Selanjutnya, isi panci slow cooker dengan air hingga setengah pancinya, sambungkan ke listrik, tekan tombol high. Biarkan hingga air mendidih dulu, baru masukkan selongsong ketupat yang sudah di isi beras. Pastikan semua ketupat terendam air ya.
Tutup
dan biarkan menyala terus slow cookernya sekitar 5 hingga 6 jam.
Walau menyala terus, tidak akan kehabisan air kalau slow cooker ini, karena tingkat penyusutan airnya rendah kok. Jadi nggak perlu capek-capek sering cek apakah air habis  atau tidak.
Selain untuk membuat ketupat, slow cooker ini juga bisa untuk membuat lontong.

Oke, itu sedikit tips dari aku, tentang fungsi lain dari slow cooker ya teman-teman, selain untuk masak sehari-hari. Aku pakai slow cooker dari Vicenza, yang bisa di beli di Lazada, Tokopedia, dll.

Oh ya, slow cooker ini salah satu rekomendasi alat dapur listrik yang wajib punya di dapur teman-teman, karena banyak manfaatnya. Ulasan lengkap aku tentang slow cooker Vicenza ini, bisa di lihat di tulisanku di SINI ya.

Tempe Kemul Wonosobo


Mendoan, dan Tempe Kemul...sebenernya hampir sama, tapi kalau di rasain ya ada bedanya sich teman-teman. Kalau mendoan itu khas Banyumas, Purwokerto, dan sekitarnya. Mendoan, artinya mendo, di goreng setengah matang. Walau kalau di Semarang yang namanya mendoan ya bebas gorengnya, bahkan banyak yang kriuk hihi.


Kalau Tempe Kemul itu adalah gorengan tempe khas wonosobo. Kalau kita ke Dieng, di warung-warung makan, atau di deket kawah apa itu banyak yang jual gorengan, salah satunya Tempe Kemul ini. Tempe di iris tipis-tipis, kemudian di balut adonan tepung. Adonan tepungnya melebar melebihi ukuran tempe. Kalau aku bilang kayak bersayap gitu. Memang begitu ciri khasnya. Karena cara menggorengnya itu di lebarkan di pinggir wajan terlebih dahulu.

Kalau mendoan pakai daun bawang, sedang tempe kemul pakai kucai sebagai pelengkapnya.
Tempe kemul warnanya kuning, pakai kunyit..mendoan cenderung putih pucat. Tapi menurutku rasanya sama-sama enak, asal bumbunya pas, tempenya enak..hihi.

Nah, hari ini aku bikin Tempe Kemul, penampakan seperti foto di atas ya teman-teman.
Adonan tepungnya juga sedikit beda dengan mendoan, kalau tempe kemul pakai tapioka agak banyak jadi bisa renyah dan ringan kres. Bahkan ada juga versi tempe kering renyah seperti keripik, namanya Petos..alias Tempe Atos, hihi.

Kalau di Wonosobo, Tempe Kemul biasa di sajikan bersama Mie Ongklok atau menu lain. Cocok memang. Yuk cobain sendiri di rumah teman-teman.

Tempe Kemul

Bahan :
1 lonjor tempe bulat, potong tipis
180 gram terigu
50 gram tapioka
200 ml air kira-kira, adonan nggak terlalu kental ya
2 bawang putih, 1 sdk teh ketumbar. Haluskan. Kencur jika suka. Aku nggak pakai tapi
2 cm kunyit, haluskan
2 sdk teh kaldu ayam, atau garam
1/8 sdk teh gula pasir ( jika nggak pakai kaldu ayam, agar ada gurihnya naik )
Kucai secukupnya, iris halus

Campur semua bahan, aduk rata 
Celup potongan tempe, goreng di pinggir wajan cekung, biarkan terlepas sendiri
Jika sudah terlepas, goreng hingga kering


Garang Asem Kudus



Aku suka banget Garang Asem

Ada berbagai versi Garang Asem ya teman-teman, ada versi Solo, pakai santan. Versi Semarang bumbu iris, dan ada versi Kudus, lebih bening, karena tidak pakai santan, hanya pakai kemiri saja.


Semua enak sich, jadi bisa jadi variasi aja menurutku. Tapi favoritku yang versi Kudus seperti ini. Nah kemaren di bawain sama tetanggaku yang asli Kudus, kok sekarang tampilannya beda, nggak pakai cabai rawit hijau kecil seperti biasa aku beli dulu di salah satu restoran, yaitu SariRasa.

Yang di bawain tetanggaku ini pakai cabai rawit merah, terus di iris-iris, ternyata citarasanya jadi beda.
Aku lebih suka yang versi pakai cabai rawit hijau utuhan dan banyak, lebih seger pedesnya. 

Garang asem ini terbuat dari Ayam kampung, di potong kecil-kecil, kemudian di campur bumbu dan di kukus. Tapi jika mau lebih hemat bisa pakai ayam pejantan juga sich, lebih murah harganya.

Bumbunya kalau yang versi Kudus simple aja, bawang merah, putih, kemiri dan cabai, kemudian di beri bumbu dan air, lalu di bungkus daun, kemudian di kukus. Kalau aku menemukan cara membuat Garang Asem lebih seger dan meresep kaldunya.

Ayamnya aku buat kaldu bening dulu, baru di bumbuin, rasannya lebih segar. Jika tidak ada daun pisang  untuk membungkus, tetep bisa kok pakai garang asem, di kukus pakai panci tahan panas biasa, tapi tentu lebih sedep kalau pakai daun ya teman-teman.

Oke, selamat mencoba ya sedikit tipsnya. Resep Garang asem dari Solo, Semarang hingga Kudus sudah pernah aku share ya di webku ini, search aja resep di google Garang Asem diah didi, ntar ada link resepnya ke webku ya. Menu ini sangat seger untuk buka puasa atau sahur teman-teman.

Minuman Herbal Bawang Tunggal Yang berkhasiat


Selamat menjalankan ibdah puasa ya teman-teman.

Postingan pertama di web di bulan puasa malah bukan menu baru hihi. Kalau menu buka dan sahur sudah banyak sekali di webku ya, jadi silahkan search aja, tinggal pilih, atau kalau mau update video-video resepnya di instagramku ya, @bunda_didi, tiap hari aku posting video masak baru.
Yupp di bulan puasa ini semakin sibuk, selain sibuk nyiapin menu buka atau sahur tiap hari, kerjaan juga makin banyak, jadi badan harus kuat dan sehat. Nah aku mau share nich sekali-kali ramuan herbal yang sangat berkhasiat menyajag daya tahan tubuh kita.

Berawal dari beberapa kali dapat kiriman minuman herbal ini dari teman-teman umkm, aku coba dan ternyata memang sangat manjur. Walau aromanya kurang enak, karena bahan utamanya bawang putih. Bawang putihnya bukan bawang biasa ya teman-teman, tapi bawang tunggal, yang kecil-kecil seperti foto di atas. Dari dulu bawang jenis ini memang terkenal untuk pengobatan herbal.

Bawangnya di campur dengan jahe merah, cuka apel atau apel segar, dan madu. Cara membuatnya mudah, bawang tunggal dan jahe di blender dulu, di campur cuka apel kemudian di rebus sebentar sekitar 10 menit, lalu dinginkan, setelah dingin baru di campur madu.

Perbandingannya jika untuk pengobatan penyakit berat, bisa masing-masing satu bagian. 

Jus bawang tunggal 1 bagian ( misal  1 gelas )
Jus Jahe merah 1 bagian
Cuka apel satu bagian
Madu 1 bagian
Sari air lemon segar 1 bagian

Itu sangat manjur dan cepat efeknya. Aku pernah baca di Kompasiana, ada teman yang share, ayahnya di diagnosa penyempitan jantung, terus ke dokter, di minta segera operasi, setelah coba minum ramuan ini, dua hari aja udah ada perubahan. Setelah di cek kembali ke dokter, penyempitan jantung sudah hilang dan tidak perlu operasi. Wah..hebat kan...itu pikirku sebelum dulu aku coba.

Setelah aku coba sendiri memang efeknya cukup cepat ke badan langsung terasa enteng sich, karena ramuan ini berfungsi membersihkan aliran darah dari kolesterol2 jahat, jadi jelas badan bisa enteng, nggak pernah pegal-pegal lagi punggung atau telapak kaki. Kadang jika malam hari ada tanda2 radang teggorokan, udah gatel, kering gitu di tenggorokan, minum ini juga pagi nggak jadi sakit dech.
Katanya juga bisa melangsingkan efek positif lainnya. Lha ini efek yang paling aku tunggu2 hihi, ntar kalau berhasil langsing tak update ya infonya...haha.

Yang paling agak menggangu, paling aromanya ya hahah, karena roma bawangnya kuat banget. Yodha tak suruh coba, sekali mau, abis itu nggak mau lagi, bau katanya hihi. Tapi setelah di simpan beberapa hari di kulkas, lumayan agak enak, ada aroma bawang tapi udah nge blend sama madu dan cuka apel, jadi ada seger-segernya juga. Walau minumnya tetap kudu langsung glek, cepat aja, dan jangan sampai minum, terus ngobrol sama orang ya, ntar kaget mulut bau bawang hahah. Jadi waktu terbaik minum malam sebelum tidur, sebelum gosok gigi hihi.

Jadi hingga sekarang aku selalu stok ramuan ini di kulkas, aku biasa buat per 100 gram bahan sich agar selalu fresh, paling untuk aku dan suami bisa untuk konsumsi 1 minggu. Selain agar tetap selalu fresh, juga bahan-bahanya lumayan mahal, jadi mending buat dikit-dikit aja, setelah habis baru buat lagi. Bawang tunggalnya aja sekilo 100 ribu, lemonnya juga mahal, terus cuka apel mahal, yang murah cuma jahe merahnya hihi.

Cara penyimpanan ramuan ini, di kulkas ya teman-teman. Cara minumnya, satu sendok makan sebelum tidur, terus minum air putih hangat. Alahmdulillah lebih aman dan alami ya. Untuk teman-teman yang punya masalah dengan lambung, karena bahan ini kuat ya aroma dan rasanya, walau alami semua, mungkin  bisa setelah makan mengkonsuminya.

Di awal-awal memang setelah minum perut kayak agak kaget gitu langsung terasa efek nya kayak  langsung cess gitu di perut, tapi habis itu nggak masalah. Karena semua bahan dari herbal. Kalau tidak ada keluhan penyakit hanya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, cuka apelnya saja yang di kurangi jadi setengah bagian, atau pakai jus apel fresh, jadi nggak terlalu kaget di perut ya teman-teman.

Selamat mencoba, jika ada yang kurang jelas, boleh di tanyakan ya.

KUE LEBARAN KEMBANG GOYANG KEJU


Kembang Goyang, salah satu kue jadul yang ada di toples Lebaran ya teman-teman. Kue ini enak, kriuk-kriuk renyah gurih ada samar-samar sedikit manis. Versi jadul pakai tepung beras, rasanya khas kriuknya. Kalau jaman now, ada versi yang empuk, pakai terigu dan tapioka, kembang goyangnya terasa ringan krenyes. Tapi aku suka versi yang jadul..lebih terasa gigitannya dan lebih gurih menurutku pakai tepung beras hihi.


Membuat Kembang Goyang sebenernnya mudah saja sich, adonan tinggal di aduk-aduk, lalu celup cetakan ke adonan, goreng. Ada berbagai bentuk cetakan Kembang Goyang. Aku punya beberapa macam. Favoritku yang aku pakai ini, karena bentuk Kembangnya lebih rumit hihi.

Waktu mencelup adonan, cetakan jangan sampai tenggelam ya teman-teman, cukup hingga batas tinggi cetakan saja, agar kembang goyangnya mudah di lepas ketika di goreng hanya dengan cara di goyang-goyangkan. Itulah kenapa namanya kembang goyang mungkin ya teman-teman.

Waktu adonan di masukkan ke minyak, minyak sudah panas ya agar adonan langsung mengembang dan tidak mbeling. Jika sudah terlepas, api bisa di kecilkan sedikit agar tidak mudah gosong. Sebelum cetakan di masukkan ke adonan, sebelumnya  di celup ke minyak panas dulu ya, agar tidak lengket.

Oke, selamat mencoba ya...

Kembung Goyang Keju

Bahan :
300 gram tepung beras
75 gram gula pasir
2 butir telur
1 sdk teh garam
375 - 400 ml santan ( jika suka kembang goyang agak tebal renyah tekturenya, 375 ml, jika suka yang renyah tipis2 , santan 400 ml)
1/4 sdk teh vanili
75 - 100 gram keju, parut halus
Campur semua bahan
Aduk rata
Panaskan minyak
Celup cetakan kembang goyang ke minyak panas
Celup ke adonan tepung, hingga tinggi cetakan saja, jangan terendam ya, agar mudah lepas kuenya ketika di goreng
Goyang2 cetakan, agar kue lepas dari cetakan, goreng hingga matang dan kering, api kecil ya