WHAT'S NEW?
Loading...

Martabak Kari


Kemaren waktu belanja ke pasar Gang Baru Semarang, seperti biasa..kalap apa2 di beli hihi. Memang pasar Gang Baru itu pasar kecil cuma sepanjang gang gitu, tapi barang yang di jual unik-ubik. aku borong beberapa bumbu Chinese yang nggak ada di pasar atas tempat tinggalku. Beli ini..itu..sampai kulet lumpia lebar-lebar yang biasa di atas jarang, di sana ada ukuran dua kali lipat dari kulit lumpia biasa. 

Akhirnya kepengen aku buat Martabak Kari dech kemaren...karena aku beli telur bebek juga di pasar Gang Baru. Pas ada stok sedikit daging cincang. Pas punya bumbu Kari banyak di rumah, jadinya langsung aku buat..dan enak sekali rasanya. Kalau martabak kari gurih gini, aku lebih suka bikin sendiri, lebih pas rasanya. Nggak tau kalau beli itu kadang kok keasinan, kadang kurang gurih..hihi.

Agar daging mudah matang waktu di tumis, di giling ya teman-teman pakai chopper, jangan di cincang biasa. Tapi kalau sempat cincang halus pakai pisau ya bisa kok. Atau kalau lebih praktis beli yang udah gilingan di supermarket, tapi pilih yang masih fresh ya, agar tidak amis rasanya.

Menggoreng martabak pakai kulit lumpia gini, nyalakan minyak dulu ya, lipat satu persatu setelah di isi, lalu langsung masukin ke minyak, agar tidak sobek kulit lumpianya. Minyak udah harus panas dulu agar begitu masuk, martabak mengembang, jadi nggak akan menyerap minyak ya.

Selamat mencoba ...bisa jadi menu takjil gurih di bulan puasa nanti nich teman-teman.

Martabak Kari

Bahan :
100 gram daging, giling halus
1/2 sdk teh bumbu kaldu sapi
4 bawang merah
2 sdk teh Kari Bubuk
Tumis bawang merah hingga harum, masukkan daging giling dan kaldu sapi, Kari bubuk, aduk rata dan masak hingga meresap

Siapkan 4 butir telur bebek, beri bumbu 1/2 sdk teh sapi / garam, merica 1/2 sdk teh, 1/4 sdk teh gula pasir
Masukkan Bawang bombay 1/2 - 1 buah , tergantung ukuran, cincang
Masukkan Daun bawang 10 batang, iris halus ( aku pakai godong brambang, lebih sedep untuk martabak gini )
Aduk rata
Masukkan tumisan daging
Cek rasa dengan sedikit menggoreng adonan telur, hingga rasa sesuai selera
Jika suka asin, bisa di tambah bumbu, jika keasinan, bisa di tambah telur atau daun bawangnya, karena masalah selera itu masing2 orang beda ya teman-teman, ada yang suka gurih kuat, ada yang suka soft, jadi masak itu di sesuaikan aja selera masing2 ya. Aku kasih bumbu dasar aja.
Siapkan kulit lumpia, beri isi secukupnya, lipat bentuk kotak. Goreng segera hingga matang
Sajikan hangat


Kuliner Khas Semarang, Nasi Ayam Bu Pini



Hallo,

Maaf lama nggak update web teman-teman..hihi.

Dua minggu ini sibuk banget keponakan di sini menikah. Biasalah..pernikahan adat Jawa, prosesnya panjang, dari dua minggu sebelum nikah udah ada hajatan, dll. Pokoknya waktu serasa kurang. Setelah itu lanjut ada syuting di rumah dengan majalah sajian sedap, mudik ke yogya, dll.


Semoga sebelum puasa bisa ada waktu update resep-resep baru yang ketinggalan belum aku upload di sini ya.

Sekarang aku  mau posting kulineran dulu ya. Kangen post kulineran. Karena banyak teman yang menanyakan kuliner khas Semarang, di ig, aku post di sini aja ya..biar tercatat dan mudah di search.

Salah satu kuliner Semarang yang paling legendaris, selain Nasi goreng babat, dll..adalah Nasi Ayam. Nasi Ayam ini bukan nasi pakai ayam goreng ya, tapi satu kuliner khas yang merupakan satu paket masakan, dalam satu penyajian. Biasa di jual di pagi hari untuk sarapan atau makan malam. Khasnya di jual di warung-warung lesehan pinggir jalan kalau dulu, seperti di sekitar Simpang Lima, dll. Tapi karena sekarang sudah di larang PKL di sekitar Simpang Lima, sekarang kalau mau cari Nasi Ayam yang mudah dan bersih, aku sarankan ke warung-warung khusus Nasi Ayam ini saja.

Ada beberapa warung Nasi ayam yang terkenal di Semarang, ada Bu Nyoto, Bu Wido, Kemuning, dan Bu Pini . Namun yang favoritku adalah Bu Nyoto atau Bu Pini. Oke, kali ini aku ulas yang Bu Pini dulu ya. Nasi Ayam Bu Pini ini letaknya di daerah Gang Pinggir Pecinan. Kalau teman-teman mau main ke Pasar Gang Baru, nah sekalian bisa makan di sini. Buka pagi hari untuk sarapan.

Nasi ayam ini, nasinya gurih ya bersantan, kemudian di sajikan dengan telur pindang, sambal goreng labu siam dan krecek, ada opor ayam dan tahu. Kemudian di siram areh santan kental. Sedangkan lauknya ada aneka sate bumbu gurih atau bumbu kuning. Paling suka sich aku sate ususnya hihi. Ada warung yang menyajikan aneka sate rebusan opor, ada yang di ungkep bumbu kuning, lalu di goreng sebentar. 

Rasa dari Nasi ayam ini untuk nasinya, gurih, untuk luaknya kombinasi gurih, pedes dan sedikit manis. Kalau aneka satenya cenderung gurih. Enak dech kalau lidah Jawa ya cocok hihi. Oke, selamat mencoba ya teman-teman kalau lagi liburan ke Semarang. Nanti aku ulas kuliner lain ya.



Oseng Mie Bumbu Ebi


Beberapa hari lalu aku masak Oseng Mie lagi teman-teman. Dulu udah pernah aku share sich ya, tapi kali ini aku pakai ebi untuk bumbunya. Jadinya rasanya jadi tambah enak sekali Oseng Mie nya.

Oseng Mie ini menu khas Yogya. Kalau di yogya sich jadi menu sehari-hari dari jaman aku kecil. Nggak cuma ibuku lho yang masak gini, tetangga kiri kanan juga, bahkan kadang jadi menu untuk hajatan. Jadi ini otentik lah menu nya, menu yang banyak di konsumsi di tempatku di Yogya.

Karena banyak teman yang heran, Mie kok di buat Oseng..hihi. Enak kok teman-teman, rasanya itu beda ya sama mie goreng, karena ini memakai bumbu ala tumisan, dan di iris bumbunya. Enak, ada gurih, manis, pedes.

Mie yang cocok untuk Oseng Mei ini kalau aku pakai Mie atoom bulan. Aku lebih suka Mie ini scih daripada merk lain, karena mienya ini lebih pulen, dan mengembang gede-gede gitu jika di masak. tektruenya juga kuat nggak mudah lembek.

Aku pernah kerjasama dengan Mie atoom bulan ini waktu  mereka ada pameran di Semarang, dan aku ikut serta masak di acara pamerannya. Hal yang paling berkesan itu bisa ketemu ownernya langsung terus cerita, memang mereka hanya menggunakan bahan kualitas terbaik, jadi hasil mie nya kenyal enak. Hal lain yang berkesan dulu waktu masak itu aku sama Chef profesional juga, sama-sama masak mie pakai atoom bulan ini, tapi Chefnya masak mie ala chinese food, sedangkan aku masak mie goreng ala Jowo, semua yang nyicip bilang enak, bahkan Chefnya nyicip Mie buatanku, bilang enak sampai nambah makannya hihi. Padahal sama-sama masak Mie waktu itu.

Jadilah sekarang aku makin cinta sama Mie Atoom Bulan, tiap masak mie apapun ya mesti pakai itu.

Oke, ini resepnya ya teman-teman :

1 pack Mie Atoom Bulan, rebus hingga matang 3 menit
6 bawang merah, iris
3 bawang putih, iris
1 sdk makan Ebi, seduh
7 cabai merah / rawit, iris
Kaldu ayam, garam, kecap secukupnya
Cara membuat :
Tumis bumbu hingga harum, masukkan ebi
Ada juga yang pakai daun salam dan lengkuas jika suka, di tumis setelah bumbu matang
masukkan mie, bumbu kaldu ayam, garam secukupnya,aduk cepat di api besar ya ( tidak perlu air ya, jadi tekture mie nya tetap pulen dan bumbu lebih terasa )
Kecap 2 - 3 sendok makan, ini sesuaikan selera masing-masing ya
Cek rasa
Tambahkan taoge pendek, aduk rata
Sajikan hangat

Air Daun Suji


Kemaren seneng banget aku, dapat daun suji dari budhe sayur langganan. Dari dulu pengen sekali punya pohon daun Suji, alhamdulillah kemaren di bawain beberapa batang oleh Budhe sayur, katanya sich cara menanamnya cukup di tancapkan di tanah subur, nanti akan tumbuh. Udah aku tancapkan sich, semoga aja numbuh..hihi.

Sisa daunnya aku buat sari daun suji untuk pewarna makanan. Untuk pewarna makanan alami terutama untuk jajanan tradisional, memang daun suji ini lebih oke menurutku di banding daun pandan aja. Kalau daun pandan aja di jus terus di ambil sarinya, menurutku terlalu menguasai aroma makanan, jadi ada jejak rasa dan aroma yang kuat, jadi eneg menurutku lho ya.

Jadi kalau aku lebih suka banyak daun suji dan sedikit pandan jika membuat pewarna alami. Caranya mudah saja sich :

30 lembar daun suji, cuci bersih
2 lembar pandang cuci bersih
Potong-potong, tambahkan 100 ml air, blender hingga halus, saring
Tambahkan 1 sdk teh air kapur sirih, yang berfungsi agar warnanya lebih muncul jika di campur makanan, atau jika mau menyimpan sari daun suji ini, air kapur sirih bisa di tambah sedikit lebih banyak, jadi akan tahan beberapa hari di kulkas.

Selamat mencoba teman-teman.

Ekado Tengiri Udang


Pagi,

Menu kemaren ini teman-teman. Aku masih punya stok Tengiri fillet, sisa bikin Siomay untuk Bazaar Yodha kemaren. Jadi aku buat ini aja. Biasa ekado pakai ayam dan Udang, tapi di ganti tengiri juga enak kok teman-teman, sama gurihnya.


Oh ya, aku pakai kulit kembang tahu yang di rendam dulu untuk bungkusnya. Ada juga yang pakai kulit pangsit sich. Tapi aku suka renyah dan gurih khas kulit kembang tahu kalau di goreng. Untuk mematangkan Ekado juga aku langsung goreng aja ini, nggak pakai di kukus dulu, karena aku buat perbandingan tepungnya hanya sedikit saja untuk perekat, jadi tetap mudah matang kok teman-teman walau di goreng langsung.

Gorengnya terendam minyak ya, minyak di panaskan dulu. Ekado masuk ke minyak akan langsung mengembang kan kulit kembang tahunya, setelah itu kecilkan api, lalau goreng hingga matang Ekadonya. Jadinya enak, lebih gurih jika langsung di goreng seperti ini teman-teman.

Tapi ya kembali ke selera masing-masing juga ya, di kukus dulu ya boleh kok, apalagi jika mau di jadikan stok frozen food ya di kukus dulu aja, simpan di freezer, sewaktu-waktu tinggal di goreng aja.

Oke, ini dia resepnya ya teman-teman, selamat mencoba 

Bahan
100 gram tengiri yang sudah fillet daging aja
150 gram udang kupas
1 putih telur
1/2 sdk teh kaldu ayam, garam secukupnya
1 sdk teh gula pasir
1/4 sdk teh merica
1/2 sdk teh bawang bubuk
1/2 sdk teh minyak wijen ( optional ), jika nggak ada ya ngga usah pakai

Cara membuat :
Masukkan semua bahan ke chopper, proses hingga halus 
Masukkan 2 sdk mkn tapioka
Proses kembali hingga rata
Cek rasa, goreng sedikit adonan , jika sudah pas rasanya, sisihlan, jika belum tambahkan  bumbu sesuai selera
Rendam kembang tahu hingga lemas
Potong kotang 12 x 12 cm
Isi dengan adonan
Ikat bagian atas dengan kucai perlahan
Goreng hingga matang